Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Basic Writing Skills For Copywriter

Basic Writing Skills
Basic Writing Skills
Basic Writing Skills For Copywriter - Di materi-materi sebelumnya aku udah nge-bahas soal copywriting formula dan juga psychological triggers yang menjadi pengetahuan dasar bagi seorang copywriter.

Basic Writing Skills For Copywriter

Nah, sekarang aku bakal ngebahas soal basic skills untuk seorang copywriter dimulai dari kemampuan menulis ya. 

Kenapa sih kamu perlu tahu soal ini?, karena copywriter itu kan jualnya lewat tulisan, tapi masalahnya banyak orang bisa menulis tapi nggak semuanya mampu bisa buat tulisan yang menarik, apa lagi tulisannya bisa mendorong orang lain untuk melakukan suatu tindakan. 

Karena itu, kamu perlu tahu nih kemampuan dasar menulis seperti apa sih yang harus dimiliki oleh seorang copywriter. Basic writing skills yang harus dimiliki copywriter yaitu:
  1. Kemampuan Berbahasa
  2. Menulis Efektif
  3. Benefit More Than Features
  4. Storytelling
  5. Empati
  6. Proofreading
Basic Writing Skills
Basic Writng Skills For Copywriter


Kemampuan Berbahasa

Skill menulis pertama yang wajib dimiliki adalah kemampuan berbahasa, setidaknya ada tiga aspek kebahasaan yang perlu kamu kuasai yaitu kosakata, tanda baca, tata bahasa atau grammar. 

Kenapa sih copywriter perlu memperkaya kosakata atau vocabulary, supaya kata-kata yang digunakan bisa variatif, unik dan gak pakai kata-kata yang itu-itu aja. 

Untuk memperkaya kosakata, kamu bisa membuat word bank berisikan kumpulan kata-kata yang dikelompokkan sesuai dengan kategori. 

Misalnya, nih kategori kata sifat untuk mengungkap sesuatu yang luar biasa, ada apa aja ya kira-kira?. Bisa ada dahsyat, sulit dipercaya, menakjubkan, fenomenal, ajaib atau juga unik. 

Contoh lagi ya, kata untuk mendeskripsikan rasa, selain enak bisa pakai lezat, yummy, legit, sedap, nikmat, berasa atau mungkin menggoyang lidah. 

Kemampuan berbahasa kedua adalah penggunaan tanda baca, ini juga perlu diperhatikan, jangan sampai ada penempatan tanda baca yang salah, sehingga tulisan kamu salah dimengerti. 

Jadi coba cek Pedoman Umum Ejaan Berbahasa Indonesia atau PUEBI ya. 

Kemampuan berbahasa ketiga adalah tata bahasa atau grammar, enggak cuma bahasa Inggris aja loh yang punya grammar, bahasa Indonesia juga. 

Nah grammar itu meliputi apa aja sih? Singkatnya, meliputi penyusunan kata-kata dan penggunaan imbuhan. 

Terus, contoh copywriting yang penulisan yang tepat itu gimana ya? Dulu ada tagline iklan rokok yang berbunyi "rumput gue lebih asik dari tetangga" sekilas memang gak ada yang aneh, tapi ternyata ada dua kesalahan dalam kalimat tersebut. 

Pertama, untuk membandingkan sesuatu harusnya menggunakan kata "daripada" dan bukan kata "dari" Coba deh bandingkan artinya di KBBI, beda banget kan?. 

Kesalahan kedua adanya kerancuan pada objek, coba perhatikan sekali lagi rumput gue lebih asik dari tetangga, kalimat itu malah ngebandingin antara rumput dan tetangga padahal dua hal itu sama sekali nggak ada korelasinya. 

Kira-kira temen-temen bisa tahu nggak penulisan yang seharusnya gimana? Harusnya, "rumput gue lebih asik daripada rumput tetangga". 

Nah, menguasai tiga aspek kebahasaan ini, nggak berarti kamu harus menulis secara kaku dan terus-menerus terpatok pada bahasa yang baku yang ada di kamus, kamu tetap bisa menyesuaikan style atau bahasa yang kamu gunakan dengan target konsumen kamu ya. 

Menulis Efektif

Setelah bahasa, skill kedua yang harus kamu kuasai adalah menulis efektif. Gimana tuh caranya? Terapkan prinsip KISS atau Keep in Short and Simple

Kamu harus bisa menulis dengan sederhana dan jelas. Hindari deskripsi yang gak penting dan bertele-tele, entah itu kamu menulis untuk copy yang panjang atau pendek. 

Lalu, gunakan kata-kata yang powerfull, karena copywriter adalah salesman kata-kata, kamu wajib memiliki kata yang bisa menarik perhatian target konsumen.

Tapi ingat ya, pilih kata-kata ya memang familiar dengan target konsumen kamu, jangan sampai karena ingin terlihat menarik, kamu malah menggunakan kata-kata yang sulit dicerna oleh pembaca. 

Selanjutnya pastikan tulisan kamu tepat sasaran, baik itu dari segi tujuan iklan dan target konsumennya.

Contoh penulisan yang efektif adalah push notification ini, headlinenya menarik, karena memancing rasa penasaran para konsumen tentang cara pintar mengatasi lapar. 

Nah, di bagian body copy-nya informasi disampaikan dengan to the point, mulai dari permasalahan yang mungkin dihadapi target konsumen, lalu memberikan solusi atas masalah tersebut dengan menggunakan fitur paylater yang bisa dibayar di akhir bulan. 

Benefit More Than Features

Kemampuan menulis ke-3 adalah kamu harus bisa menekankan benefit dari sebuah produk, bukan cuma fiturnya aja. Aku jelasin lagi ya, bedanya fitur dengan benefit. 

Fitur itu, karakteristik atau ciri unggulan yang ada di produk, sedangkan benefit merupakan nilai atau manfaat yang perlu kamu tawarkan untuk menyelesaikan masalah konsumen. 

Aku coba kasih contoh sederhana ya, misalnya kamu ingin mengiklankan sebuah mesin cuci, kemudian kamu tulis magic gear, double filter, dan water switcher technology

Ini yang disebut dengan fitur, sayangnya nggak semua yang ngerti kan kamu tuh bakal paham dan tertarik kalau nulisnya begini, coba diganti jadi benefit dari masing-masing teknologi ini.

Misalnya jadi hemat listrik hingga 30%, lalu hemat detergen hingga 60%, sampai hemat air hingga 40%. Coba lebih menarik mana menurut kamu?. 

Nah, kenapa sih kita harus mengutamakan benefit dibandingkan fitur?. Karena seringkali target konsumen tidak mengerti atau bahkan nggak mau ambil pusing dengan fitur sebuah produk. 

Mereka lebih fokus pada benefit apa yang akan mereka peroleh kalau mereka membeli produk tersebut. 

Storytelling

Kemampuan ke-4 adalah storytelling apa bercerita, menurut founder dan CEO digital agency Sermon Stories Jamsaren, teknik storytelling adalah contoh dari pemasaran kreatif yang bisa meraih engagment audiens dengan lebih cepat. 

Ikatan emosional antara audiens dengan brand juga bisa lebih terjalin dengan baik lewat teknik storytelling ini. 

Selain itu, storytelling juga memudahkan proses penyampaian pesan dan benefit dari sebuah produk.

Sedangkan kalo dari sudut pandang audiens atau target konsumen, storytelling bisa jadi teknik pemasaran yang menarik sekaligus alternatif tontonan. 

Nah, cara storytelling yang baik itu gimana sih? Ada beberapa tipsnya nih.

Pertama, buatlah cerita yang relatable dengan target konsumen, nggak perlu mikir susah-susah dulu, coba angkat cerita yang ada di sekeliling kamu, masalah sehari-hari apa sih yang kira-kira menarik untuk diangkat?. 

Kedua, gunakan kalimat yang thought provoking atau yang bisa menstimulasi pikiran dan perhatian target konsumen. 

Coba, pernah enggak kamu tiba-tiba merenung dan berpikir lumayan lama setelah melihat sebuah iklan? Seolah-olah iklan tersebut membuat kita berpikir, "Oh iya kok bisa begitu ya?". 

Hmm bener juga, aku kasih contoh ya, balik lagi ke komersial video dari perusahaan asuransi atau Thailand tadi, yang berjudul unsung hero

Nah, storytelling di iklan itu tuh terbilang cukup kuat, karena bisa membawa emosi penonton larut dalam ceritanya. 

Selain itu, kekuatan storytelling itu terletak pada pesan atau nilai iklan yang coba disampaikan. 

Masih ingat kan, kalau pria tersebut tuh banyak melakukan hal-hal baik kepada orang lain, sampai orang-orang berpikir ngapain sih dia kayak gitu, emang ada untungnya ya?. 

Pertanyaan ini merupakan salah satu bentuk thought provoking yang coba diberikan oleh si penulis cerita. 

Nah, abis itu kan terjawab tuh pertanyaan orang tadi, dengan tulisan "What he does receive are emotions" inilah nilai yang coba disampaikan oleh perusahaan asuransi ini, bahwa sebuah kebaikan yang kecil dilakukan setiap hari, ternyata bisa mengubah hidup orang lain. 

Ini sesuai dengan tujuan utama iklan tersebut, mengajarkan value of life, yang juga menjadi nilai inti dari brand asuransi tersebut. 

Disamping itu, key message yang ingin disampaikan adalah, perusahaan asuransi ini tuh ingin orang-orang tahu kalau si perusahaan asuransi sangat mengerti dengan nilai kehidupan para konsumennya. 

Di ending video mereka mereka juga nyelipin sebuah pertanyaan yang thought provoking, kalau di hidupmu apa sih yang paling kamu inginkan?. 

Nah, key message iklan tuh dikemas apik lewat storytelling yang kuat, sehingga walaupun key message nggak disampaikan secara gamblang, penontonnya bisa mendapatkan nilai dari iklan tersebut. 

Empati

Skill ke-5 kamu harus bisa nulis dengan empati, sehingga membuat tulisan kamu lebih powerfull di mata pembaca anggap aja. 

Jadi kamu sebagai pendengar yang baik untuk mereka, posisikan diri kamu sebagai konsumen juga ya.

Dari situ kamu bisa tahu nih kira-kira apa aja sih,yang mereka butuhkan, solusi apa yang produk kamu bisa berikan untuk mereka. 

Buat tulisan yang mengesankan, kalau kamu benar-benar tahu dan peduli dengan perasaan konsumen kamu. 

Kadang, untuk membuat sebuah copy itu terkesan tulus kurangi intensitas pengiklanan produk kamu tetap boleh beriklan tapi akalin supaya nggak terlalu mencolok alias hard selling

Ingat yang terpenting adalah bagaimana agar konsumen dapat merasakan ikatan emosional dengan produk yang lagi kamu pasarkan. 

Contohnya pernah enggak kamu melihat sebuah iklan produk shampo yang sedikit berbeda, biasanya kan model iklan shampo itu rambutnya hitam panjang dan lurus, nah iklan itu justru dibintangi oleh beberapa perempuan dengan gaya dan warna rambut yang berbeda-beda juga. 

Iklan itu sedang menunjukkan empati untuk banyak perempuan yang tidak fit dengan stigma kecantikan di luar sana. 

Lebih kerennya lagi, iklan ini tidak menggunakan narasi klasik seperti "gunakanlah shampo ini agar rambutmu cantik". 

Proofreading

Skill Menulis terakhir adalah proofreading tugas kamu bukan cuma mencari ide dan menuliskan dengan baik dan menarik.

Tapi juga memastikan apakah tulisan yang kamu buat itu sudah benar sebelum copy-nya dipublikasikan. 

Coba baca lagi tulisanmu, apa udah pas kata-katanya ada nggak kata-kata yang harus diganti?.

Lalu setelah baca, tanya juga ke diri sendiri, kira-kira pembaca bakalan paham nggak ya dengan pesan yang ingin kamu sampaikan.

Kamu juga bisa nanya ke rekan se-tim soal ini loh. Terakhir pas nggak ada typo ya, jangan sampai kamu melakukan kesalahan fatal seperti kan brand sepatu yang dipasang di board ini. 

Harusnya tuh tulisan copy-nya "not everything needs to be done in New York minute" tapi huruf "R" pada kata everything ternyata nggak ada.

Terkesan sepele sih tapi itu menunjukkan kalau copywriter itu teledor dan tidak profesional. 

Nah, kamu baru aja nge-pelajarin basic writing skills yang harus dimiliki seorang copywriter, setelah ini aku bakal ngejelasin soal creative thinking atau berpikir kreatif yang juga jadi basic skills yang dibutuhkan copywriter

Kenapa sih copywriter itu harus punya skill creative thinking, temukan jawabannya di materi selanjutnya ya.

Posting Komentar untuk "Basic Writing Skills For Copywriter"